Contoh Soal Harga Pokok Produksi Metode Full Costing

Contoh Soal Harga Pokok Produksi Metode Full Costing

bagaimana penentuan harga pokok produksi dengan pendekatan full costing

Daftar Isi

1. bagaimana penentuan harga pokok produksi dengan pendekatan full costing


Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang berperilaku variabel maupun tetap.

2. Bagaimana penentuan harga pokok produksi dengan pendekatan full costing?


pembahasan: penentuan harga pokok produksi dengan pendekatan full costing dengan cara menghitung bahan baku dan tenaga kerja langsung

semangat belajarnya kawan

3. Contoh kasus metode harga pokok pesanan dengan pendekatan full costing di bidang agribisnis


seseorang membeli jenis barang dengan harga mahal untuk membuat sebuah bisnis dengan cara membeli / mengimpor produk barang dari orang lain untuk kepentingannya yaitu untuk sebuah usaha kesepakatan bersama .

4. Metode full costing dilakukan dengan cara


Jawaban:

Perhitungan di dalam harga pokok produksi pada metode full costing dilakukan dengan cara membuat suatu laporan keuangan yang terdiri dari berbagai hal berikut:

Hasil Penjualan

Jumlah yang yang bisa diperoleh oleh perusahaan dari hasil penjualan produk yang dilakukan perusahaan.

Harga Pokok Produksi/Penjualan

Harga dasar per unit dari produksi ataupun penjualan suatu barang.

Laba Kotor

Perusahaan bisa memperoleh laba kotor yang berasal dari keuntungan penjualan, tapi belum bisa dikurangi dengan biaya ataupun beban perusahaan. yang mana untuk bisa memperoleh laba kotor ini, anda bisa memperolehnya dengan menghitung selisih antara hasil penjualan dan harga pokok produksi atau penjualan.

Laba Bersih

Laba bersih adalah laba yang diperoleh keuangan dengan cara menghitung adanya selisih antara laba kotor yang sudah diperoleh sebelumnya dengan jumlah total dari biaya pemasaran suatu variabel yang sudah dikalikan dengan unit produk yang terjual, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, dan juga biaya administrasi dan umum tetap.

Biaya Pemasaran Variabel

Dana yang dikeluarkan guna melakukan pemasaran dari berbagai variabel sebuah produk oleh pihak perusahaan.

Biaya Pemasaran Tetap

Pihak perusahaan mengeluarkan sejumlah dana untuk memasarkan suatu produk dengan jumlah yang tetap atau tidak berubah.

Biaya Administrasi dan Umum Variabel

Sejumlah dana yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan guna mendukung adanya proses produksi.

Biaya Administrasi dan Umum Tetap

Sejumlah uang yang digunakan untuk mendukung proses produksi perusahaan yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan


5. Bagaimana agar perusahaan dapat tetap menggunakan metode full costing tanpa khawatir labanya akan menurun karena harga jual produk yang tinggi?


Metode full costing merupakan  metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya  produksi kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya  tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang berperilaku variabel  maupun tetap.


6. Terdapat dua metoda yang digunakan dalam pengumpulan biaya produksi, yaitu metoda harga pokok pesanan (job order costing) dan metoda harga pokok proses (process costing). Jelaskan perbedaan kedua metoda tersebut beserta contoh perusahaan dan produk yang menggunakan metoda tersebut. Jelaskan manfaat-manfaat informasi dari metoda harga pokok proses​


Jawaban:

Metode harga pokok pesanan (job order costing) dan metode harga pokok proses (process costing) adalah dua metode yang digunakan dalam pengumpulan biaya produksi. Metode harga pokok pesanan digunakan ketika produk diproduksi dalam jumlah kecil atau dalam batch, dan setiap produk adalah unik. Biaya ditugaskan untuk setiap pekerjaan atau pesanan, dan total biaya setiap pekerjaan dihitung dengan menjumlahkan biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi. Contoh perusahaan yang menggunakan metode ini adalah produsen furnitur kustom.

Metode harga pokok proses, di sisi lain, digunakan ketika produk diproduksi dalam jumlah besar dan seragam atau serupa. Biaya ditugaskan untuk setiap proses atau departemen, dan total biaya setiap unit dihitung dengan membagi total biaya proses dengan jumlah unit yang diproduksi. Contoh perusahaan yang menggunakan metode ini adalah produsen minuman ringan.

Manfaat informasi dari metode harga pokok proses termasuk menyediakan manajer dengan informasi mengenai biaya setiap proses atau departemen, mengidentifikasi ketidaksempurnaan dalam proses produksi, dan membantu manajer dalam pengambilan keputusan mengenai penetapan harga dan kombinasi produk. Metode ini juga membantu dalam penilaian persediaan dan menentukan biaya barang yang terjual.

Secara keseluruhan, metode harga pokok pesanan digunakan untuk produk unik yang diproduksi dalam jumlah kecil, sedangkan metode harga pokok proses digunakan untuk produk yang serupa atau identik yang diproduksi dalam jumlah besar. Contoh perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan adalah produsen furnitur kustom, sementara contoh perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses adalah produsen minuman ringan. Manfaat informasi dari metode harga pokok proses termasuk menyediakan informasi biaya untuk setiap proses atau departemen, mengidentifikasi ketidaksempurnaan dalam proses produksi, dan membantu manajer dalam pengambilan keputusan mengenai penetapan harga dan kombinasi produk.


7. metode penentuan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi,yang terdiri dari biaya bahan mentah,biaya tenaga kerja langsung,dan biaya overhead pabrik di sebut... A. Biaya produksi B. Biaya nonproduksi C. Full costing D. Variable costing E. Overhead pabrik


C. Full Costing

Penjelasan:

Full costing Full costing merupakan metode penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap.

SEMOGA MEMBANTU DAN BERMANFAAT DAN JADIKAN JAWABAN YANG TERCERDAS YA^_________^

Jawaban:

c. full costing

Penjelasan:

maaf kalo saha


8. Cara menghitung tarif bop perunit menggunkana metode full costing adalah..


Jawaban:

gatau males pengen beli trek


9. perhitungan biaya diferensial menggunakan metode full costing dan variabel costing?


menggunakan metode garis lurus

10. Diketahui: Biaya bahan bakuRp. 10.000.000 Biaya tenaga kerja langsung Rp. 15.000.000 Biaya overhead pabrik tetap Rp. 5.000.000 Biaya overhead pabrik variabel Rp. 8.000.000 Berapakah Harga Pokok Produksi berdasarkan metode full costing?.....


Jawaban:

38.000.000 itu kalo di totallan semua nya


11. Mengapa full costing dan variabel costing hanya da di perusahaan manufaktur


Jawaban:

Full costing dan variable costing pada dasarnya merupakan metode yang berkaitan dengan penentuan harga pokok produksi (HPP).

Dalam metode full costing, semua biaya produksi diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa metode full costing ini tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap, karena akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi.

Sehingga biaya produksi tetap tersebut masih melekat pada produk yang belum terjual, dengan begitu tidak membebankan untuk kelangsungan bisnis selanjutnya dan pada periode cost.

Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi.

Yang mana untuk biaya produksi tetap sendiri dianggap sebagai periode cost sehingga tidak ada biaya tetap yang belum dibebankan pada periode tersebut.

Penjelasan:

jelas yah kak

semoga bermanfaat


12. Jelaskan penghitungan harga sales pokok produksi dengan pendekatan full costing!​


Penjelasan:

Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menentukan harga pokok produksi dengan tujuan untuk melakukan penilaian persediaan dan penentuan harga pokok penjualan. Dua pendekatan itu yaitu absorption costing atau disebut juga full costing dan variable costing atau juga sering disebut direct costing atau marginal costing (Garrison, 2000:302). Dua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Absorption Costing (Full Costing) Absorption costing memperlakukan semua biaya produksi sebagai harga pokok (product cost) tanpa memperhatikan apakah biaya tersebut variabel atau tetap. Harga pokok produksi dengan metode absorption costing terdiri dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik tetap dan variabel. Karena absorption costing meliputi seluruh biaya produksi sebagai harga pokok, metode ini juga disebut metode full costing.

2) Variable Costing Dengan menggunakan variable costing, hanya biaya produksi yang berubah-ubah sesuai dengan output yang diperlakukan sebagai harga pokok. Pada umumnya terdiri dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variabel. Variable costing juga sering disebut direct costing atau marginal costing.


13. jelaskan kelebihan dan kekurangan metode full costing


Ini akutansi ya?

Aku aja belum kuliah.

14. penyampaian laporan variabel costing dan full costing


Jawaban:

https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-full-movie-online-free

https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-online-full-hd-free

https://redcircle.com/shows/123movies-watch-flora-and-ulysses-full-movie-online

https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-full-movie-online-free

https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-online-full-movie-hd

https://redcircle.com/shows/123moviesonline-minari-2021-full-hd-movie-onlinehttps://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-full-movie-online-free

https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-online-full-hd-free

https://redcircle.com/shows/123movies-watch-flora-and-ulysses-full-movie-online

https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-full-movie-online-free

https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-online-full-movie-hd

https://redcircle.com/shows/123moviesonline-minari-2021-full-hd-movie-online

Penjelasan:


15. Hitunglah total harga produksi dari dua kerajinan kebudayaan nonbenda, dengan menggunakan full costing​


Jawaban:

buwung apa tu buwung puyuh


16. soal tentang sistem biaya standar full costing​


Jawaban:

1. Apa yang dimaksud dengan sistem biaya standar full costing? Sistem biaya standar full costing adalah sistem biaya yang menggunakan harga pokok produksi sebagai dasar untuk menentukan harga jual produk.

2. Mengapa perusahaan perlu menggunakan sistem biaya standar full costing? Perusahaan perlu menggunakan sistem biaya standar full costing karena dengan menggunakan sistem ini perusahaan dapat menentukan harga jual produk dengan akurat.


17. tolong bantu jawab ya kk soal full costing ​


Jawaban:

200 unit x 15000 =3000,000

5000 /unit x200=1000,000

Jdi 3000,000 - 1000,000= 2000,000

Penjelasan:maaaf klo salah

Jgn lupa di follow ia

Jawaban:

produksi kaos kaki pada PT. abadi tahun 2019

Rp.5.000

Rp.2.500

Rp.1.000

Rp.1.500

RP.15.000

Rp.200.000

Rp.100.000

Rp.150.000

Penjelasan:

5.000-2.500=2.500-1.000=1.500-15.000=(-13.500)-200.000=(-213.500)-100.000=(-313.500)-150.000=(-463.500)


18. Jika volume penjualan sama dengan volume produksi dan laba metode variable costing akan sama dengan laba full costing. Setujukan saudara atas pernyataan tersebut?


Saya setuju, itu sama dengan laba full costing

19. Jika diketahui harga jual per unit adalah Rp 150.000 ,biaya penjualan dan administrasi variabel Rp 5.500.000 buatlah laporan laba/rugi dengan metode full costing dan variabel costing​


Jawaban:

*********************************************************


20. penetapan harga jual listrik menggunakan pendekatan apa ? A. variabel costing B. full costing C. Total costing D. semua pendekatan bisa digunakan berikan penjelasannya ​


Penjelasan:

Penetapan harga jual listrik biasanya menggunakan pendekatan C. Total costing.

Total costing adalah pendekatan yang mempertimbangkan semua biaya yang terkait dengan produksi atau penyediaan suatu produk atau layanan, termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Dalam konteks harga jual listrik, total costing mencakup biaya produksi listrik, biaya distribusi, biaya infrastruktur, biaya operasional, dan biaya lainnya yang terkait dengan penyediaan listrik ke konsumen.

Pendekatan lain seperti variabel costing (A) dan full costing (B) mungkin juga digunakan dalam pengelolaan bisnis dan akuntansi, tetapi untuk penetapan harga jual listrik, total costing lebih relevan karena mencakup semua biaya yang harus diperhitungkan dalam menentukan harga jual listrik kepada konsumen.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah C. Total costing.


21. Bagaimanakah tabel metode penghitungan harga pokok produksi dengan pendekatan variabel costing?​


Jawaban:

- Obyek pengeluaran

- Fungsi pokok dalam perusahaan

- Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayi

- Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan folume kegiatan

- Jangka waktu manfaatnya

Penjelasan:

Semoga bermanfaat maaf kalo salah ya

TERIMAKASIH:)


22. Dalam menentukan harga pokok produksi ada 2 pendekatan, yaitu… A. Full Closing dan Variable Costing B. Biaya Overhead Pabrik dan Biaya Tenaga Kerja C. Full Costing dan Variable Closing D. Biaya variabel dan Biaya Tenaga Kerja E. Full Costing dan Variable Costing


B. Biaya Overhead Pabrik dan Biaya Tenaga Kerja


23. jika volume penjualan lebih besar dari colume produksi, laba metode variable costing akan lebih tinggi dari laba full costing setujukah saudara dengan pernyaatn tersebut, jelaskan jawaban saudara


Setuju Karna terkecuali rugi dari

Colume tersebut lebih besar dari untung.


24. jelaskan konsep kerugian produksi dalam metode akumulasi kos job order costing dengan process costing​


Jawaban:

Job order costing sudah menunjukkan perhitungan biaya dari suatu kontrak atau pekerjaan yang akan dilaksanakan atas permintaan klien. Sementara process costing adalah biaya yang dikenakan untuk setiap proses yang akan dilaksanakan ketika perusahaan ingin menghasilkan suatu produk.


25. PT MMM menetapkan harga pokok standar pada kapasitas normal 50.000 unit produk per tahun sebagai berikut: Biaya variabel per unit produk Biaya bahan baku Rp.3 Biaya tenaga kerja langsung Rp.6 Biaya overhead pabrik Rp 1 Biaya pemasaran, administrasi dan umum Rp.2 Biaya tetap se tahun Biaya overhead pabrik Rp.600.000 Biaya pemasaran, administrasi dan umum Rp. 100.000 Harga jual produk per unit Rp. 30 Data produksi pada tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut Tahun Produksi Penjualan 2013. 50.000. 50.000 2014. 50.000. 40.000 2015. 40.000. 50.000 1. Menurut metode full costing berapa laba bersih PT MMM tahun 2015 2. Menurut metode variabel costing berapa laba bersih PT MMM pada tahun 2014 3. Berapa selisih laba bersih pada tahun 2014 yang dihitung dengan metode full costing dan yang dihitung dengan variabel costing Untuk menjawab pertanyaan tersebut saudara diminta membuat laporan laba rugi dengan menggunakan metode full costing dan metode variabel costing


Jawaban:

Laporan Laba Rugi Metode Full Costing - Tahun 2015:

=================================================================

Penjualan:

50.000 unit x Rp 30 = Rp 1.500.000.000

Biaya Variabel:

Bahan Baku: 50.000 unit x Rp 3 = Rp 150.000.000

Tenaga Kerja Langsung: 50.000 unit x Rp 6 = Rp 300.000.000

Overhead Pabrik Variabel: 50.000 unit x Rp 1 = Rp 50.000.000

Total Biaya Variabel: Rp 500.000.000

Biaya Tetap:

Overhead Pabrik Tetap: Rp 600.000

Biaya Pemasaran, Administrasi, dan Umum Tetap: Rp 100.000

Total Biaya Tetap: Rp 700.000

Total Biaya Produksi: Biaya Variabel + Biaya Tetap

Rp 500.000.000 + Rp 700.000 = Rp 500.700.000

Laba Kotor: Penjualan - Total Biaya Produksi

Rp 1.500.000.000 - Rp 500.700.000 = Rp 999.300.000

Laba Bersih: Laba Kotor - Biaya Pemasaran, Administrasi, dan Umum Tetap

Rp 999.300.000 - Rp 100.000 = Rp 999.200.000

Laporan Laba Rugi Metode Variabel Costing - Tahun 2014:

=================================================================

Penjualan:

40.000 unit x Rp 30 = Rp 1.200.000.000

Biaya Variabel:

Bahan Baku: 40.000 unit x Rp 3 = Rp 120.000.000

Tenaga Kerja Langsung: 40.000 unit x Rp 6 = Rp 240.000.000

Overhead Pabrik Variabel: 40.000 unit x Rp 1 = Rp 40.000.000

Total Biaya Variabel: Rp 400.000.000

Laba Kontribusi: Penjualan - Total Biaya Variabel

Rp 1.200.000.000 - Rp 400.000.000 = Rp 800.000.000

Laba Bersih: Laba Kontribusi - Biaya Pemasaran, Administrasi, dan Umum Tetap

Rp 800.000.000 - Rp 100.000 = Rp 799.900.000

Selisih Laba Bersih antara Metode Full Costing dan Metode Variabel Costing - Tahun 2014:

=================================================================

Laba Bersih Metode Full Costing - Laba Bersih Metode Variabel Costing

Rp 999.200.000 - Rp 799.900.000 = Rp 199.300.000

Jadi, untuk pertanyaan Anda:

1. Menurut metode full costing, laba bersih PT MMM pada tahun 2015 adalah Rp 999.200.000.

2. Menurut metode variabel costing, laba bersih PT MMM pada tahun 2014 adalah Rp 799.900.000.

3. Selisih laba bersih pada tahun 2014 yang dihitung dengan metode full costing dan yang dihitung dengan variabel costing adalah Rp 199.300.000.

Penjelasan:

maaf kalo salah


26. ruko di jual seharga 1.2M per unit persediaan awal 12 unit unit produksi 35 unit unit dijual 37 unit pers akhir 10 unit by variable per unit: BB 360.000.000 Tenaga kerja lngsng 180.000.000 BOP variable 60.000.000 by Adm & penj. variable 120.000.000 total biaya : 720.000.000 by tetap per unit: BOP tetap 18.000.000.000 biaya Adm & penj. Tetap 27.000.000.000 total biaya tetap 45.000.000.000 diminta: -Hitunglah Harga pokok perunit,total harga pokok produk jadi, menggunakan metode full costing -Hitunglah Harga pokok perunit,total harga pokok produk jadi, menggunakan metode variable costing -susunlah laporan laba rugi menggunakan variable costing


Jawaban:

gak butuh dan gak penting.....


27. harga baju per pcs Rp 65.000.biaya bahan baku Rp30. 000,biaya tenaga kerja langsung Rp7000, biaya overhead pabrik tetap Rp700000, biaya penjualan dan administrasi tetap Rp300000/tahun,biaya variabel terjual Rp 8000/pcs.hitunglah harga pokok penjualan berdasarkan metode full costing dan variabel costing​


Untuk menghitung harga pokok penjualan suatu produk berdasarkan metode full costing dan variabel costing, kita perlu menggunakan rumus yang berbeda. Rumus-rumus ini adalah sebagai berikut:

Metode Full Costing:

Harga pokok penjualan = Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead pabrik tetap + Biaya penjualan dan administrasi tetap

Metode Variabel Costing:

Harga pokok penjualan = Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya variabel terjual

Jadi, jika kita menggunakan nilai-nilai yang diberikan dalam pertanyaan, maka harga pokok penjualan berdasarkan metode full costing adalah:

Harga pokok penjualan = 30.000 + 7.000 + 700.000 + 300.000

= 1.037.000

Sedangkan harga pokok penjualan berdasarkan metode variabel costing adalah:

Harga pokok penjualan = 30.000 + 7.000 + 8.000

= 45.000

Jadi, harga pokok penjualan berdasarkan metode full costing adalah 1.037.000, sedangkan harga pokok penjualan berdasarkan metode variabel costing adalah 45.000. Perbedaan antara kedua metode ini terletak pada jenis biaya yang diperhitungkan dalam penentuan harga pokok penjualan. Metode full costing menghitung semua biaya yang terkait dengan produksi suatu produk, sedangkan metode variabel costing hanya menghitung biaya-biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan.


28. 18. Metode penentuan biaya produksi dengancara memperhitungkan semua unsur biayaproduksi, yaitu biaya bahan baku, biayatenaga kerja, dan biaya overhead tetapataupun variabel, serta biaya nonproduksilainnya adalah ....A. fixed costingB. cost of good manufacturedC. process costingD. full costingE. variable costing​


Metode penentuan biaya produksi dengan

cara memperhitungkan semua unsur biaya

produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya

tenaga kerja, dan biaya overhead tetap

ataupun variabel, serta biaya nonproduksi

lainnya adalah ....

D. Full Costing


29. Jelaskan singkat perbedaan full costing, variable costing dan direct costing


Jawaban:

- Metode full costing merupakan metode perhitungan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap maupun variabel

-variable costing adalah metode penetuan harga pokok produk yang hanya membebankan biaya variable ke produk

- Metode Direct Costing adalah Metode penentuan kos produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.

Penjelasan:

maaf kalo salah


30. Membuat 1 soal lengkap dengan jawabannya yang mencakup perhitungan. 1.Harga pokok produksi a.Full costing b.Variabel costing 2.Harga pokok penjualan 3.Harga jual


Jawaban:

Sebelumnya kita telah membahas mengenai metode Activity Based Costing untuk mengetahui harga pokok penjualan suatu produk. Sekarang saatnya kita membahas tentang metode untuk menentukan harga pokok produksi, yaitu Full Costing dan Variable Costing.

Perputaran yang terjadi dalam dunia bisnis secara sederhana terbagi menjadi tiga, yaitu produksi, distribusi, dan penjualan ke konsumen.

Nah, sebelum suatu barang itu dijual dan dibeli oleh seorang konsumen atau customer tentu saja produk tersebut melalui proses produksi terlebih dahulu.

Ratusan perusahaan menggunakan Jojonomic untuk mengelola kegiatan bisnis sehari-hari dan meningkatkan kinerja karyawan.


31. metode penentuan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam biaya produksi terdiri dari bahan mentah biaya tenaga kerja langsubg dan biaya overhead pabrik baik tetep maupun variable disebut metode.....A. overhead costing B. break even point C. full costing D. variable costing E. marketing costing ​


Jawaban:

C. full costing

Penjelasan:

-_- jangan lupa like nya<>


32. contoh perhitungan full costing dan variabel costing


full costing : biaya overhead pabrik tetap

Variabel costing : Biaya pokok pruduksi


Jika salah mohon maaf


33. penentuan harga pokok yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi,terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overheard pabrik variabel di sebut.... A.metode full costingB. Metode variable CostingC. metode perhitungan biaya produksiD. metode penentuan HPPE. Metode penentuan harga jual produksi​


Jawaban:

D. metode penentuan HPP, SEMOGA MEMBANTU TEMAN TEMAN MAAF KLW SALAH


34. apa itu metode full costing


ngitsoc lluf edotem.....

35. Contoh kasus penentuan harga pokok pesanan dengan pendekatan full costing di bidang agri bisnis


Jawaban:

seorang membeli jenis barang dengan harga mahal untuk membuat sebuah bisnis dengan cara membeli/menimpor produksi barang dari orang lain untuk kepentingannya yaitu untuk sebuah usaha kesepakatan bersama.

Penjelasan:

JAWABAN ADA PADA DIATAS

JADIKAN JAWABAN TERBAIK

#JADIPINTAR


36. sebutkan dan jslaskan manfaat full costing dan variabel costing?


1. Membantu dalam pengendalian biaya
2. Membantu pengambilan keputusan jangka pendek
3. Membantu perencanaan laba jangka pendek

Maaf jika salah/keliru :-)

37. Harga pokok produksi yang dihitung berdasarkan(biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.biaya overhead pabrik, dan biaya overhead pabriktetap) ditambah dengan biaya nonproduksi (biayapemasaran, biaya administrasi dan umum) metodeperhitungan yang digunakan adalah...a. Job order costb. Proses costc. Laba rugid. Variable costinge. Full costing​


Jawaban:

E.full costing

Penjelasan:

Maaf kalau salah


38. 2. Metode penentuan biaya DOC produksi yang memperhitungkan semua unsur niaya produksi, baik yang tetap maupun tidak tetap disebut .... Ons a. Full costing b. Variabel costing c. Fix costing d. Margin costing e. Overhead costing


Jawaban:

#A full costing

Penjelasan:

qwerrf


39. 8 pokok pencatatan dalam metode full costing


Jawaban:

8 pokok pencatatan dalam metode full posting :

- Mencatat pembelian bahan baku & bahan penolong

- Mencatat pemakaian bahan baku

- Mencatat biaya tenaga kerja

- Mencatat biaya overhead pabrik

- Mencatat penutupan biaya overhead pabrik

- Mencatat selisih biaya overhead

- Mencatat harga pokok produk jadi

- Mencatat harga pokok penjualan dan penjualannya

- Mencatat perhitungan rugi/laba

Penjelasan:

Semoga bermanfaat


40. PT Kaesang Pangarep memproduksi dan menjual 5000 unit produk X per tahun dengan harga Rp 18.000 per unit. Berikut adalah macam macam biaya yang dikeluarkan oleh PT Kaesang Pangarep: Biaya bahan baku Rp 1.500 Biaya tenaga kerja langsung Rp 3.000 Overhead pabrik variable Rp 750 Overhead pabrik tetap Rp 22.500.000 Hitunglah harga pokok per produk dengan menggunakan metode full costing dan variable costing!


HPP = Rp.1.500 raw material + Rp.3.000 direct labour + Rp.750 Overhead var cost + (Rp.22.500.000 Overhead fixed cost/18.000 unit)
HPP = Rp.6.500

Video Terkait

Kategori wirausaha